Tempat-tempat yang menjadi daerah resapan tidak boleh dihuni

Lingkungan
Bupati Jayapura di dampingi kadis Dinkes dan sejumlah pimpinan OPD usai pelepasan kegiatan festival ogoh-ogoh./SK

Sentani,SK – Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan pihaknya telah mengambil langkah-langkah penertiban terhadap masyarakat yang sedang mendiami Daerah-Daerah yang menjadi kawasan Cagar Alam.

Dikatakan, Badan Konserfasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua telah membagi tugas dalam beberapa klaster untuk turut mengawasi serta menertibkan kawasan cagar alam ini supaya tidak menjadi daerah pemukiman warga.

“ Sudah ada koordinasi dengan sejumlah pihak untuk sistem pengamanan agar lebih intensif lagi, secara kusus daerah kawasan cagar alam,” ujar Bupati Awoitauw di Sentani. Jumat (8/3/2019).

Bupati Awoitauw juga menjelaskan, kawasan cagar alam di daerah ini sangat luas. Ditambah dengan Dinas Kehutanan yang sudah ditarik ke Provinsi. Oleh sebab itu yang diutamakan adalah partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan cagar alam ini dengan baik.

“ Kita harus memperbaiki tempat –tempat yang mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan masyarakat mengeluh soal air bersih. Sementara, pihak PDAM sedang mencari solusi terbaik untuk mengatasi persoalan air bersih di daerah ini,” jelasnya.

Sementara itu, Yanto Eluay, Ondofolo Kampung Sereh menyarankan kepada pemerintah daerah untuk mengeluarkan status darurat air bersih.

“ Semua pihak harus bertanggung jawab terhadap kondisi daerah ini yang selalu berhadapan dengan persoalan kekurangan air bersih. Karena sumbernya hanya ada di gunung siklop, maka semua masyarakat yang mendiami kawasan cagar alam harus dikosongkan. Ada pengawasan yang ketat dalam hutan atau gunung siklop yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ungkapnya. (*)

13 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code