Sambil menunggu penyelesaian hak ulayat, siswa diperbolehkan kembali ke sekolah

Penkes
Pembukaan ruang Kepala Sekolah secara simbolis oleh Kepala Distrik Sentani. Budi Yoku./SK

Sentani,SK – Proses penyelesaian hak ulayat SD YPK Onomi Felavau Sentani telah dibicarakan oleh kedua belah pihak di para-para adat (obhe) Frans Albert Joku. Senin (25/2/2019).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ondofolo Kampung ifar besar Frans Alberth Joku itu dihadiri pihak Badan Pengurus YPK di Tanah Papua, Adolof Yoku sebagai pemilik sertifikat tanah, pihak Sekolah YPK Onomi Felavau, Kepala Distrik Sentani, dan juga Dinas Pertanahan Kabupaten Jayapura.

Setelah melalui penjelasan dan adu argument antara pihak Ypk dan juga pemilik hak ulayat, diputuskan untuk akan ada pertemuan selanjutnya terkait proses pembayaran hak ulayat.

Kendati demikian, pihak pemilik hak ulayat telah menginjinkan proses belajar mengajar di Sekolah tersebut untuk kembali berjalan seperti biasa.

Ondofolo Kampung Ifar besar, Frans Alberth Joku, usai pertemuan tersebut di obhenya mengatakan bahwa dirinya sangat sesalkan adanya gangguan terhadapproses belajar mengajar yang dialami oleh Sekolah YPK Onomi Felavau.

Menurutnya, hal seperti ini sudah bukan jamannya lagi untuk diributkan kalau kedua belah pihak melaksanakan apa yang sudah disepakati bersama sebelumnya pada mei 2017.

“ Persoalan yang sama sudah kita sepakati bersama dengan kedua belah pihak ditempat ini. Sebagai pimpinan adat saya juga merasa dilecehkan atas kesepakatan yang awal sudah disepakati di para-para adat ini. Padahal tujuannya baik untuk kedua belah pihak. Pertemuan berikut sudah disepakati pada 8 maret mendatang dengan agenda pembayaran hak ulayat,” jelas Joku.

Ditempat yang sama, Sekretaris BP YPK di Tanah Papua Niko Marisan mengatakan sesuai dengan kesepakaan bersama pada Mei 2017 lalu akan ditindak lanjuti lagi pada 8 Maret 2019 mendatang.

“ Persoalan ini sebenarnya sudah selesai pada 2017 lalu, hanya saja pihak YPK agak kuatir dalam proses pembayaran karena ada dua kubu dalam tuntutan ini. Sehingga kami juga ragu untuk melakukan pembayaran. Tetapi dengan adanya pertemuan saat ini kami yakin dan pastikan kedepan tidak ada lagi persoalan yang menimpa fasilitas pendidikan bagi anak-anak ditempat ini,” katanya.

Sementara itu, Adolof Yoku sebagai pemilik sertifikat tanah dimana SD YPK Onomi Felavauw berada, mengatakan bahwa, sekolah ini sebenarnya tidak dipalang. Hanya saja anak saya menyampaikan ketegasannya terhadap Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dinilai tidak adil dalam pembagiannya. Sehingga pihak sekolah merasa kami sebagai pemilik hak ulayat ingin memalang sekolah tersebut.

Sebagai seorang ASN Adolof Yoku juga kesal terhadap sejumlah oknum ASN yang nota benenya adalah anak asli dari Kampung Ifar yang menyampaikan informasi tidak benar melalui media sosial bahwasannya sekolah ini Adolof Yoku yang palang.

“ Kita sudah sepakat di obhe ini untuk pertemuan berikutnya, sebagai pemilik hak ulayat saya sudah bersedia dan mempersilahkan kepada dewan guru serta anak-anak murid untuk kembali belajar seperti semula,” pungkasnya.

Dalam proses ini, Harold Yoku anak dari Adolof Yoku meminta perbaikan nama baik yang telah dilakukan oleh pihak sekolah dengan melaporkan dirinya ke pihak kepolisian.

Senin 3 maret, siswa akan kembali belajar seperti semula. Secara simbolis sekolah tersebut telah dibuka kembali oleh Kepala Distrik Sentani Budi Yoku yang disaksikan langsung oleh kedua belah pihak. (*)

29 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code